Kenapa Hidung Sering Meler Saat Suhu Dingin?

Kenapa Hidung Sering Meler Saat Suhu Dingin?
Pernahkah Anda mengalami hidung meler saat suhu sedang dingin? Entah itu di ruangan ber-AC, di pegunungan, atau setelah kehujanan, cairan biasanya keluar dari hidung, atau yang biasa disebut hidung meler.
Banyak orang bertanya-tanya mengapa hidung cepat meler saat dingin, padahal kondisi tubuh tidak sedang flu, namun tiba-tiba ingus keluar. Hal ini tentu merepotkan, karena Anda harus selalu menyediakan tisu sebagai pertolongan pertama saat hidung meler. Namun, ingus ini hanya bersifat sementara, yaitu hanya ketika suhu udara sedang dingin saja. Saat suhu mulai hangat, ingus akan berhenti keluar.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David King dari University of Queensland di Australia, 50 hingga 80 persen orang akan mengeluarkan ingus sebagai respons tubuh terhadap paparan suhu dingin.
Adaptasi Tubuh untuk Menjaga Kelembapan Udara
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa hidung meler berkaitan dengan kemampuan adaptasi tubuh untuk menjaga kelembapan udara tetap stabil. Setiap udara yang masuk melalui hidung akan disesuaikan kelembapannya agar sesuai dengan suhu tubuh. Saat menghirup udara, hidung akan berusaha membuat udara yang masuk menjadi lebih hangat dan lembap, agar udara tersebut tidak melukai sel-sel yang dilewatinya, terutama sel paru-paru.
Kenapa hidung meler saat dingin saja? Karena saat udara dingin, tubuh akan melakukan penyesuaian sedemikian rupa. Otak meresponsnya dengan memerintahkan pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke hidung lebih cepat, sehingga membuat hidung lebih hangat.
Ekskresi Mukus untuk Menjaga Kelembapan
Selain itu, hidung juga akan berusaha lebih ekstra untuk menjaga kelembapan udara tetap stabil dan lembap dengan cara mengekskresikan lebih banyak mukus atau cairan hidung. Hal ini dimaksudkan untuk membantu fungsi aliran darah yang mengalir ke hidung, sehingga udara dingin tidak menyebabkan masalah serius pada tubuh. Namun, akibatnya hidung menjadi ingusan atau meler.
Kondisi Normal yang Tidak Membutuhkan Pengobatan
Keadaan ini termasuk normal dan tidak membutuhkan pengobatan intensif. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini adalah reaksi normal dari tubuh.