Efek Mengerikan Obat PCC: Membuat Pengguna Nge-fly dan Halusinasi

Penyalahgunaan obat PCC yang marak di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian masyarakat. Obat ini tidak hanya membuat banyak korban dilarikan ke rumah sakit, tapi juga bisa memicu perilaku agresif layaknya pengguna narkoba flakka.
Meskipun sama-sama berbahaya, obat PCC memiliki cara kerja yang berbeda dengan flakka. Flakka mengandung senyawa alpha PVP, katonin sintetis yang langsung memengaruhi jalur dopamin dan serotonin di otak. Dopamin dan serotonin adalah hormon yang membuat kita merasa senang, puas, dan bahagia. Kelebihan hormon ini memicu euforia yang kuat, tapi juga bisa menyebabkan gangguan jiwa bagi pengguna yang kecanduan.
Sementara itu, obat PCC mengandung carisoprodol yang mengendurkan otot yang tegang. Obat ini sebenarnya adalah antidepresan yang bekerja pada neurotransmitter GABA (Gamma Amino Butiric Acid). Namun, obat ini juga memengaruhi jalur dopamin pada otak.
Halusinasi yang dialami korban di Kendari disebabkan oleh intoksikasi kandungan carisoprodol yang tercampur dengan obat lain seperti opioid atau benzodiazepine. Di Kendari, pengguna mencampur obat PCC dengan beberapa jenis obat lainnya.
Cara Kerja Obat PCC
Obat PCC bekerja dengan memengaruhi neurotransmitter GABA dan jalur dopamin di otak. GABA adalah neurotransmitter yang menenangkan aktivitas otak, sedangkan dopamin adalah neurotransmitter yang membuat kita merasa senang. Ketika carisoprodol mengikat reseptor GABA, ia meningkatkan aktivitas GABA, yang menyebabkan perasaan relaksasi dan kantuk. Selain itu, carisoprodol juga merangsang jalur dopamin, yang menyebabkan pelepasan dopamin di otak dan menghasilkan perasaan senang dan euforia.
Ketika PCC dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat lain, efek ini dapat diperkuat dan menyebabkan halusinasi dan perilaku agresif. Hal ini karena dosis tinggi carisoprodol dapat memblokir aktivitas GABA secara berlebihan, yang menyebabkan stimulasi berlebihan pada jalur dopamin. Hal ini dapat memicu pelepasan dopamin yang tidak terkendali, yang dapat menyebabkan perubahan persepsi, halusinasi, dan perilaku impulsif.
Bahaya Obat PCC
Penyalahgunaan obat PCC sangat berbahaya bagi kesehatan. Efek jangka pendeknya antara lain halusinasi, perilaku agresif, mual, muntah, dan kejang. Efek jangka panjangnya dapat mencakup kerusakan otak, gangguan mental, kecanduan, dan kematian. Obat PCC juga dapat berinteraksi dengan obat lain, sehingga meningkatkan risiko overdosis dan kematian.
Kesimpulan
Obat PCC adalah obat berbahaya yang dapat memiliki efek yang menghancurkan pada kesehatan fisik dan mental. Penggunaannya harus dihindari, dan siapa pun yang berjuang melawan kecanduan harus mencari bantuan profesional.