Bahaya Konsumsi Obat Bersamaan Pada Lansia: Mengancam Jiwa

 Bahaya Konsumsi Obat Bersamaan Pada Lansia: Mengancam Jiwa

Bahaya Konsumsi Obat Bersamaan Pada Lansia: Mengancam Jiwa

Seiring bertambahnya usia, konsumsi obat-obatan dan suplemen pada lansia meningkat. Namun, hal ini dapat memicu risiko interaksi obat yang berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beberapa obat atau suplemen secara bersamaan dapat mengancam jiwa lansia.

Menurut dr. Dima Qato, asisten profesor di bidang sistem farmasi University of Illinois di Chicago, interaksi obat sering kali melibatkan obat-obatan jantung dan suplemen seperti minyak ikan yang mengandung omega-3.

Untuk menjamin keselamatan, lansia harus menginformasikan dokter dan apoteker mengenai obat dan suplemen yang dikonsumsi, termasuk obat bebas. "Obat atau suplemen mungkin aman dan bermanfaat jika digunakan sendiri. Namun, jika dicampur, efeknya bisa berbahaya," jelas Qato.

Jenis Obat dan Suplemen yang Berinteraksi

Penelitian Qato melibatkan 4.500 lansia dan menunjukkan bahwa hampir 67% mengonsumsi setidaknya 5 jenis obat dan/atau suplemen. Suplemen yang paling umum digunakan adalah multivitamin, mineral, dan kalsium.

Salah satu contoh interaksi obat yang berbahaya adalah antara minyak ikan dan obat penurun tekanan darah. Minyak ikan dapat meningkatkan efek obat penurun tekanan darah, sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis dan berbahaya.

Selain itu, minyak ikan dosis tinggi yang dikonsumsi bersamaan dengan ginko biloba, suplemen herbal untuk meningkatkan daya ingat, dapat memperlambat pembekuan darah dan berisiko menyebabkan perdarahan.

Pencegahan Interaksi Obat

Untuk mengatasi masalah ini, lansia perlu menginformasikan obat dan suplemen yang dikonsumsi kepada dokter dan apoteker. Dokter juga harus secara proaktif menanyakan obat dan suplemen yang dikonsumsi pasiennya.

Judy Jou dari University of Minnesota di Minneapolis menekankan bahwa tidak memberi tahu dokter tentang obat dan suplemen yang dikonsumsi dapat berbahaya karena dapat berinteraksi dan bertentangan dengan manfaat yang diharapkan.

Dengan menginformasikan obat dan suplemen yang dikonsumsi dan berkonsultasi dengan dokter, lansia dapat mengurangi risiko terjadinya interaksi obat yang tidak diharapkan dan memastikan keselamatan mereka.

Kesimpulan

Konsumsi beberapa obat dan suplemen secara bersamaan pada lansia dapat menimbulkan risiko interaksi obat yang mengancam jiwa. Lansia harus selalu menginformasikan obat dan suplemen yang dikonsumsi kepada dokter dan apoteker, serta berkonsultasi untuk penggunaan suplemen atau obat herbal. Dengan demikian, keselamatan dan kesehatan lansia dapat terjaga.

Posting Komentar