Adenomiosis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Diagnosis

Apa itu Adenomiosis?
Adenomiosis adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem reproduksi wanita, menyebabkan rahim menebal dan membesar.
Jaringan endometrium melapisi bagian dalam dinding rahim, sementara adenomiosis terjadi ketika jaringan ini tumbuh ke dalam miometrium, dinding otot rahim bagian luar.
Jaringan ekstra pada miometrium dapat menyebabkan rahim membesar dua hingga tiga kali lipat, menyebabkan pendarahan rahim yang tidak normal dan menstruasi yang terasa menyakitkan.
Penyebab Adenomiosis
Penyebab pasti adenomiosis belum diketahui. Namun, beberapa teori yang mungkin menjadi penyebabnya antara lain:
- Pertumbuhan Jaringan Invasif: Beberapa ahli percaya bahwa sel-sel endometrium menyerang otot yang membentuk dinding rahim.
- Berkembang Sejak Dalam Kandungan: Jaringan endometrium mungkin tersimpan di otot rahim saat rahim pertama kali terbentuk di dalam kandungan.
- Peradangan Rahim Terkait Persalinan: Peradangan pada lapisan rahim selama masa nifas dapat menyebabkan pecahnya batas normal sel-sel yang melapisi rahim.
- Stem Cell Origins: Stem cell sumsum tulang mungkin menyerang otot rahim, menyebabkan adenomiosis.
Pertumbuhan adenomiosis bergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.
Faktor Risiko Adenomiosis
Berikut adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena adenomiosis:
- Pernah melakukan operasi rahim sebelumnya, seperti operasi caesar atau pengangkatan fibroid.
- Persalinan.
- Berusia paruh baya.
- Riwayat operasi untuk mengangkat fibroid rahim.
- Riwayat depresi atau penggunaan antidepresan.
Adenomiosis biasanya muncul pada wanita berusia 40-50 tahunan karena paparan estrogen yang lebih lama.
Gejala Adenomiosis
Beberapa wanita mungkin tidak mengalami gejala adenomiosis, sementara yang lain mengalami beberapa gejala seperti:
- Pendarahan menstruasi yang berat atau berkepanjangan.
- Kram parah atau nyeri panggul yang tajam selama menstruasi (dismenore).
- Nyeri panggul kronis.
- Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia).
- Menstruasi tidak normal.
- Infertilitas.
- Rahim membesar, ditandai dengan nyeri tekan atau tekanan di perut bagian bawah.
Diagnosis Adenomiosis
Dokter biasanya mendiagnosis adenomiosis berdasarkan gejala dan satu atau lebih tes berikut:
- Pemeriksaan Panggul: Dokter memeriksa apakah rahim membesar atau nyeri saat disentuh.
- Ultrasonografi: Gambar ultrasonografi dapat menunjukkan penebalan otot yang mengindikasikan adenomiosis.
- Magnetic Resonance Imaging (MRI): Pemeriksaan ini dapat menunjukkan pembesaran rahim dan penebalan area tertentu yang mengindikasikan adenomiosis.
- Biopsi: Karena jaringan tumbuh di dalam dinding rahim, biopsi hanya dapat dilakukan setelah histerektomi.
Pengobatan Adenomiosis
Orang dengan adenomiosis ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter mungkin merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:
- Manajemen di Rumah: Mandi air hangat dan kompres panas dapat meringankan gejala adenomiosis.
- Obat Anti-Inflamasi: Obat seperti ibuprofen dapat mengurangi aliran darah selama menstruasi dan meredakan kram.
- Perawatan Hormon: Perawatan hormon dapat membantu mengendalikan estrogen yang memicu gejala adenomiosis.
- Ablasi Endometrium: Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat atau menghancurkan endometrium.
- Embolisasi Arteri Uterina: Perawatan ini mencegah arteri memasok darah ke area yang bermasalah.
- Pembedahan Ultrasound Terfokus dengan Panduan Ultrasound: Prosedur ini menggunakan gelombang intensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan yang ditargetkan.
- Histerektomi: Pembedahan untuk mengangkat seluruh rahim.
Pencegahan Adenomiosis
Belum ada cara yang diketahui untuk mencegah adenomiosis karena penyebab pastinya belum diketahui.
Komplikasi Adenomiosis
Adenomiosis dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Anemia kronis akibat perdarahan yang berat.
- Kesulitan beraktivitas karena rasa sakit dan perdarahan.
- Dampak negatif pada kesuburan dan kehamilan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami gejala adenomiosis, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.